Karang Intan, INFO_PAS – Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan kembali menunjukkan hasil nyata pembinaan kemandirian melalui produksi teh mint “Laskarin” yang dikerjakan oleh warga binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1, Selasa (12/05/2026).

Kegiatan produksi ini dilakukan secara terarah dengan pengawasan petugas, mulai dari pengolahan bahan baku, proses pengemasan, hingga tahap akhir produksi. Program ini menjadi bagian dari pembinaan keterampilan kerja yang bertujuan membekali warga binaan dengan kemampuan produktif untuk bekal setelah kembali ke masyarakat.

Selain menjadi sarana pembinaan, produksi teh mint “Laskarin” juga memberikan manfaat nyata berupa peningkatan keterampilan, disiplin kerja, serta tanggung jawab bagi warga binaan. Produk ini diharapkan menjadi salah satu identitas unggulan hasil karya warga binaan yang bernilai ekonomi dan berdaya saing.

Petugas pembinaan, Rahmat Fahroni, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga pada proses pembentukan karakter warga binaan.

“Kami tidak hanya mengawasi proses produksi, tetapi juga memastikan warga binaan belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab. Harapannya keterampilan ini bisa menjadi bekal mereka ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Salah satu warga binaan, Muhammad Aulia, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman dan keterampilan baru yang bermanfaat.

“Saya merasa senang bisa belajar membuat teh mint Laskarin ini. Selain menambah pengalaman, saya juga jadi punya keterampilan yang bisa saya gunakan nanti setelah bebas,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pembinaan kemandirian ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus berkomitmen menghadirkan program yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga pemberdayaan warga binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang produktif dan bernilai guna. (nta)