Karang Intan, 21 April 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi warga binaan. Melalui Klinik Pratama Lapas yang telah terakreditasi Paripurna, jajaran kesehatan melaksanakan kegiatan Sambang Kesehatan dengan sistem kontrol keliling ke blok kamar hunian, Selasa (21/04/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh tim kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dan petugas medis. Dengan pendekatan jemput bola, petugas menyambangi setiap blok hunian untuk memastikan seluruh warga binaan mendapatkan akses layanan kesehatan secara cepat, tepat, dan menyeluruh.
Dalam pelaksanaannya, tim kesehatan melakukan pemeriksaan kondisi umum, memantau keluhan kesehatan warga binaan, mengevaluasi perkembangan pasien yang sedang menjalani pengobatan, serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan kamar hunian. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini untuk mencegah dan menangani potensi penyakit sejak awal.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar yang wajib dipenuhi bagi seluruh warga binaan.
“Kami ingin memastikan seluruh warga binaan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, cepat, dan berkualitas. Sambang kesehatan ini bukan hanya pemeriksaan rutin, tetapi juga bentuk kepedulian kami dalam menjaga kesehatan serta menciptakan lingkungan lapas yang aman dan sehat,” ujarnya.
Sementara itu, dokter Lapas Narkotika Karang Intan, dr. Hana Rizka Ananda, menjelaskan bahwa monitoring langsung ke blok hunian sangat efektif dalam mendeteksi kondisi kesehatan secara nyata.
“Dengan turun langsung, kami bisa mengetahui kondisi warga binaan secara lebih dekat, mendeteksi gejala awal penyakit, dan segera melakukan tindakan medis jika diperlukan. Ini sangat membantu dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Melalui kegiatan Sambang Kesehatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan kembali menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada keamanan dan pembentukan karakter, tetapi juga pada pemenuhan hak kesehatan warga binaan. Kehadiran layanan kesehatan yang aktif, responsif, dan humanis diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat, aman, dan produktif.