Karang Intan, 15 April 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus membangun komunikasi terbuka dan kolaboratif dengan insan pers melalui kegiatan Coffee Morning dan Media Gathering bertajuk “Media Sahabat Kita”, Rabu (15/04/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum diskusi antara jajaran lapas dan wartawan dari berbagai media. Dalam suasana santai namun penuh makna, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari program pembinaan warga binaan, pelayanan publik, hingga pengembangan produk unggulan hasil karya warga binaan.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, hadir langsung dan berdialog aktif bersama para jurnalis. Ia menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan membangun kepercayaan publik.
“Kami memandang media sebagai jembatan antara lapas dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat sinergi, membuka ruang diskusi, serta menerima masukan agar program-program positif di lapas semakin dikenal dan memberikan manfaat luas,” ujar Yugo.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para wartawan turut menyampaikan pandangan serta ide konstruktif, khususnya terkait strategi publikasi dan pengembangan potensi warga binaan agar lebih berdampak secara sosial maupun ekonomi.
Salah satu wartawan dari Banjarmasin Post, Huda, menyoroti peluang besar produk unggulan warga binaan untuk menembus pasar yang lebih luas. Menurutnya, kualitas produk yang dihasilkan sudah cukup kompetitif dan hanya membutuhkan strategi pemasaran yang tepat.
“Produk warga binaan punya nilai dan kualitas. Jika dipromosikan secara konsisten dan didukung jaringan pemasaran yang kuat, sangat mungkin berkembang menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Karang Intan menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan hanya soal pembinaan, tetapi juga ruang tumbuhnya inovasi, kreativitas, dan kolaborasi. Sinergi dengan media diharapkan mampu memperkuat penyebaran informasi positif sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pengembangan potensi warga binaan.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan terus terjalin erat, sehingga berbagai program pembinaan dan pemberdayaan dapat semakin dikenal masyarakat serta memberikan dampak nyata, baik secara sosial maupun ekonomi.