Karang Intan, 16 April 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kesehatan lingkungan kerja dengan menggelar skrining Tuberkulosis (TBC) bagi seluruh pegawai. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Karang Intan 1 sebagai upaya deteksi dini potensi penyebaran penyakit menular tersebut.
Skrining yang dilaksanakan pada Kamis (16/04/2026) ini bersifat wajib bagi seluruh pegawai sebagai langkah preventif sekaligus membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja. Dalam prosesnya, petugas kesehatan melakukan pengambilan sampel dahak yang kemudian akan diperiksa di laboratorium, dengan hasil yang diperkirakan keluar dalam waktu sekitar lima hari.
Langkah ini dinilai krusial mengingat Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang dapat menyebar melalui udara, terutama di lingkungan dengan tingkat interaksi tinggi seperti lapas. Melalui deteksi dini, potensi penularan dapat ditekan, sekaligus memastikan penanganan medis dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa kesehatan pegawai menjadi fondasi utama dalam mendukung pelayanan dan pembinaan yang optimal.
“Pegawai yang sehat adalah kekuatan utama organisasi. Skrining ini adalah langkah nyata untuk melindungi petugas sekaligus menciptakan lingkungan lapas yang aman, sehat, dan produktif,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan fasilitas kesehatan menjadi bukti bahwa pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dan kesejahteraan.
Sementara itu, Mahyuni selaku pengelola program TB dari Puskesmas Karang Intan 1 menjelaskan bahwa skrining rutin sangat efektif dalam menemukan kasus sejak dini, bahkan pada individu yang belum menunjukkan gejala.
“Tuberkulosis dapat disembuhkan jika terdeteksi lebih awal. Melalui skrining ini, kami memastikan setiap pegawai mendapatkan pemeriksaan yang tepat agar penanganan bisa segera dilakukan bila diperlukan,” jelasnya.
Setelah pemeriksaan, seluruh sampel akan dianalisis di laboratorium. Pegawai yang dinyatakan sehat dapat bekerja dengan lebih tenang, sementara jika ditemukan indikasi TBC, akan segera dilakukan penanganan lanjutan sesuai prosedur medis.
Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari para pegawai yang mengikuti skrining dengan tertib dan antusias. Kehadiran program kesehatan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini TBC sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Melalui langkah ini, Lapas Narkotika Karang Intan kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang tidak hanya aman dan profesional, tetapi juga berorientasi pada kesehatan dan kesejahteraan seluruh elemen di dalamnya.