Karang Intan, 5 Mei 2026 – Dalam upaya memperkuat hubungan harmonis antara dunia pemasyarakatan dan masyarakat, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan melakukan koordinasi strategis dengan Pemerintah Desa Lihung. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (5/5/2026) ini bertujuan menjajaki dan menyusun rencana kerja sama pembangunan Desa Binaan sebagai bagian dari program pembinaan berbasis masyarakat.
Dari Arahan Menuju Aksi NyataKegiatan ini merupakan implementasi langsung dari arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan yang disampaikan secara virtual. Fokus utamanya adalah penguatan program desa binaan sebagai strategi pembinaan yang melibatkan peran aktif masyarakat dalam proses reintegrasi sosial.
Diskusi Akrab, Potensi Kolaborasi NyataDalam suasana diskusi yang terbuka dan penuh keakraban, kedua pihak menggali berbagai peluang kolaborasi. Pembahasan mencakup:
-
Program pemberdayaan warga binaan melalui pelatihan keterampilan praktis
-
Kontribusi sosial warga binaan dalam pembangunan infrastruktur desa
-
Edukasi masyarakat tentang bahaya narkotika dan pencegahan
-
Pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal Desa Lihung
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menekankan bahwa program desa binaan adalah langkah strategis menuju pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan berdampak luas.
“Pembangunan desa binaan bukan sekadar program, tetapi fondasi untuk membangun kepercayaan dan kolaborasi nyata. Kami ingin pembinaan tidak hanya dirasakan di dalam lapas, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” tegas Yugo.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat adalah kunci sukses reintegrasi, sekaligus membangun citra pemasyarakatan sebagai institusi yang humanis dan solutif.

Kepala Desa Lihung, Aulia Rahman, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapan penuh untuk bersinergi.
“Kami melihat ini sebagai peluang besar untuk kemajuan desa sekaligus wujud kepedulian sosial. Sinergi dengan Lapas akan membawa dampak positif, baik dalam pemberdayaan masyarakat maupun menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan harmonis,” ungkap Aulia Rahman.
Menuju Realisasi Program yang Menyentuh KebutuhanLangkah awal koordinasi ini diharapkan segera berlanjut pada realisasi program-program konkret yang:
-
Memberdayakan warga binaan dengan keterampilan yang aplikatif
-
Memberi manfaat langsung bagi pembangunan Desa Lihung
-
Mengedukasi masyarakat tentang hidup sehat tanpa narkoba
-
Memperkuat jejaring sosial antara lapas dan komunitas
Program Desa Binaan ini menjadi bukti nyata transformasi sistem pemasyarakatan Indonesia yang semakin terbuka, adaptif, dan berorientasi pada kemanfaatan sosial berkelanjutan. (nta)