Karang Intan, INFO_PAS – Kreativitas warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan kembali mendapat apresiasi. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan meninjau langsung hasil karya miniatur kayu buatan warga binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1, Sabtu (09/05/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari monitoring program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan pihak lapas guna meningkatkan keterampilan dan kreativitas warga binaan.

Dalam kunjungannya, Kakanwil melihat langsung proses pembuatan berbagai miniatur kayu yang dikerjakan secara teliti dan manual oleh warga binaan. Beragam hasil karya dipamerkan, mulai dari miniatur kapal, monumen, masjid, kendaraan, hingga replika bangunan dengan detail yang menarik.

Suasana pembinaan di SAE 1 tampak penuh semangat. Warga binaan dengan antusias memperlihatkan tahapan pengerjaan miniatur, mulai dari pemotongan bahan, perakitan, penghalusan, hingga proses finishing.

Program pembinaan tersebut tidak hanya menjadi wadah pengembangan keterampilan, tetapi juga membantu membangun rasa percaya diri serta harapan baru bagi warga binaan untuk memiliki bekal positif saat kembali ke tengah masyarakat.

Kakanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Mulyadi, mengapresiasi kreativitas warga binaan yang mampu menghasilkan karya bernilai seni dan ekonomi.

“Saya melihat hasil karya miniatur ini sangat baik dan memiliki nilai kreativitas yang tinggi. Pembinaan seperti ini harus terus dikembangkan karena mampu menjadi sarana positif bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat,” ujar Mulyadi.

Ia menilai program pembinaan kemandirian menjadi bentuk nyata pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan mental, tetapi juga pengembangan kemampuan produktif warga binaan.

Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan pihaknya terus mendorong pengembangan program pembinaan berbasis keterampilan dan kreativitas.

“Kami berupaya menghadirkan pembinaan yang benar-benar memberikan manfaat bagi warga binaan. Melalui kegiatan pembuatan miniatur kayu ini, warga binaan tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga melatih ketekunan, kreativitas, dan semangat untuk terus berkarya secara positif,” ungkap Yugo.

Melalui program pembinaan di SAE 1, Lapas Narkotika Karang Intan terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif, humanis, dan bermanfaat. Hasil karya miniatur kayu tersebut menjadi bukti bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya kreatif yang memiliki nilai seni sekaligus potensi ekonomi untuk masa depan mereka. (nta)