Karang Intan, INFO_PAS – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mempelajari cara mengenali masa lalu melalui berbagai sumber, mulai dari dokumen tertulis hingga cerita lisan, dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pendidikan Kesetaraan Paket B di lingkungan Lapas, Selasa (6/10/2026). Muhammad Fajar, petugas Lapas yang bertindak sebagai tutor melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Annisa, Kecamatan Karang Intan, membimbing warga binaan memahami materi tersebut.
Dalam pembelajaran, Fajar memperkenalkan tiga jenis sumber sejarah beserta contoh dan informasi yang dapat diperoleh dari masing-masing sumber. Prasasti, dokumen, surat kabar, dan buku harian menjadi contoh sumber tertulis. Adapun candi, patung, foto, serta peninggalan lainnya dapat digunakan untuk mempelajari kehidupan masyarakat pada masa lampau. Warga binaan juga mengenal sumber lisan, seperti kesaksian pelaku atau saksi sejarah, tradisi lisan, dan cerita rakyat yang diwariskan antargenerasi.
Pengenalan berbagai sumber tersebut membantu warga binaan memahami bahwa pengetahuan sejarah tidak hanya diperoleh dari satu jenis bukti. Mereka mempelajari cara mencermati informasi, membandingkan keterangan, serta memahami hubungan antara sumber yang ditemukan dan peristiwa yang dipelajari.
Menurut Fajar, materi sejarah dapat menjadi sarana untuk melatih kecermatan peserta didik dalam menerima dan mengolah informasi. Kebiasaan memeriksa sumber sebelum mengambil kesimpulan juga berguna ketika mereka menghadapi beragam informasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui pembelajaran ini, saya berharap warga binaan dapat mengenali berbagai sumber sejarah dan memahami informasi yang terkandung di dalamnya. Pengetahuan tersebut dapat melatih ketelitian, kemampuan berpikir kritis, serta kebiasaan memeriksa informasi sebelum menarik kesimpulan. Kemampuan ini penting untuk mendukung proses belajar dan membantu mereka mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa dalam kehidupan,” jelas Fajar.
Bagi warga binaan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menambah wawasan sekaligus melatih keterampilan yang mendukung proses pendidikan. Kemampuan membaca, mengamati, dan membandingkan informasi dapat membantu mereka memahami materi pelajaran serta menyusun kesimpulan secara lebih cermat.
Salah seorang peserta berinisial SN mengaku memperoleh pemahaman baru setelah mengikuti pembelajaran tersebut. Ia kini mengetahui bahwa informasi mengenai peristiwa masa lalu dapat ditelusuri melalui tulisan, peninggalan benda, maupun keterangan lisan.
“Dari pembelajaran ini, saya mengetahui bahwa sejarah dapat dipelajari melalui tulisan, benda peninggalan, maupun keterangan lisan. Saya juga belajar untuk lebih teliti dalam memahami informasi dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Pengetahuan ini memotivasi saya untuk terus belajar dan menambah wawasan,” ungkap SN.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan pengetahuan melalui kegiatan pendidikan selama menjalani masa pembinaan. Melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket B, pembelajaran tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan akademik, tetapi juga membantu warga binaan mengembangkan keterampilan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat. (nta).